Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Rabu, 29 Desember 2010

WAHAI KAU YANG MENGAKU WANITA

Jadilah seorang wanita sholihah,
Yang hatinya dibalut rasa taqwa kepada Alloh,

Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Dien Alloh,

Yang senantiasa haus dengan ibadah kepada Alloh,

Yang senantiasa dahaga akan mengharap ridho Alloh

Yang sholatnya adalah bekal dirinya,

Yang tidak pernah takut untuk berkata benar,

Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu,

Yang senantiasa bersama para mujahiddah Alloh…


Jadilah seorang wanita sholihah

Yang menjaga tutur katanya,

Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya,

Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya,

Yang senatiasa berbuat kebajikan karena sifatnya yang penyayang,

Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jahat…

Jadilah seorang wanita sholihah

Yang menghormati suaminya.

Yang senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga,

Yang bakal menjaga kerukunan rumahtangga,

Yang akan mendampingi suami dalam mendidik anak-anaknya untuk mendalami Islam,

Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan,

Karena dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat…


Jadilah seorang wanita sholihah,

Yang senantiasa bersedia untuk menjadi makmum imamnya

Yang hidup di bawah naungan al-Quran dan qona'ah

Yang tidak dikotori dengan perhiasan dunia

Yang menjaga matanya dari berbelanja,

Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya.


Jadilah seorang wanita sholihah

Yang selalu menjaga lisan, penyayang keluarga & suaminya,

Matanya kepenatan karena membaca al-Quran,

Suaranya lesu karena penat berzikir,

Tidurnya lelap dengan cahaya keimanan,

Bangunnya Subuh penuh kesigapan

Karena dia sadar betapa indahnya menjadi wanita sholihah melebihi perhiasan apapun didunia

Semakin sadar bertambah usianya bertambah kematangannya


Jadilah seorang wanita sholihah

Yang senantiasa mengabdikan diri untuk menjadi mujahiddah Alloh

Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat,

Yang mana buah kehidupan itu perlu dipelihara dan dijaga,

Agar tumbuh putik tunas yang bakal menjaga dirinya di alam baqo'

Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian.


Jadilah seorang wanita sholihah

Yang tidak terpesona dengan buaian dunia,

Karena dia memimpikan syurga Alloh.

Semoga senantiasa dirahmati-Nya... Aamiin....

Rabu, 01 Desember 2010

asmaul husna latin

ASMAUL HUSNA
Bismillahi bada’na Walhamdu lirobbina
Wassholatu wa salam Lin nabi habibina
Ya allah ya robbana Anta maksuduna
Ridhloka mathlubuna Dunyana wa uhrona
Ya rohmanu ya rohim Ya maliku ya kuddus
Ya salamu ya mukmin Ya muhaiminu ya aziz
Ya jabber mutakabbir Ya kholiqu ya bari’
Ya mushowwiru ya ghoffar Ya kohharu ya wahhab
Ya rozzaqu ya Fattah Ya ‘alimu ya qobid
Ya basitu ya khofidz Ya rofi’u ya mu’iz
Ya mudzillu ya sami’ Ya basiru ya hakam
Ya ‘adlu ya lathifu Ya khobiru ya halim
Ya ‘adzimu ya ghofur Ya sakuru ya ‘aliy
Ya kabiru ya hafidz Ya muqitu ya hasib
Ya jalilu ya karim Ya roqibu ya mujib
Ya wasi’u ya hakim Ya wadudu ya majid
Ya ba’itsu ya syahid Ya haqqu ya wakilu
Ya qowiyyu ya matin Ya waliyyu ya hamid
Ya muhsi ya mubdi’u Ya mu’idu ya muhyi
Ya mumitu ya hayyu Ya qoyyumu ya wajid
Ya majidu ya wahid Ya ahadu ya shomad
Ya qodir ya muqtadir Ya muqoddim ya muakhir
Ya awwalu ya akhir Ya dhohiru ya bathin
Ya wali muta’aly Ya barru ya tawwabu
Ya muntaqimu ya ‘afuw Ya roufu ya malik
Malikal mulki Ya dzal jalali wal ikrom
Ya muqsitu ya jami’ Ya ghoniyyu ya mughniy
Ya mani’u ya dhooru Ya nafi’u ya nuuru
Ya hadi ya badi’ Ya baqi ya warits
Ya rosyidu ya shobur ‘azza jalla dzikruhu

DOA

Bi asmaikal husna Ighfir lana dzunubana
Wa liwalidina Wa dzurruyyatina
Wa limasayihina Wa talamidzina
Wa jami’in ahlina Wa manit taba’ana
Wal muslimin Wal muslimat
Wal mukminin Wal mukminat
Kaafatan ‘ammatan Al ahyai wal amwat
Kaffir ‘an sayyiatina Wastur ‘ala ‘uyubina
Wajbur ‘ala nuksonina Warfa’ darojatina
Wa zidna ‘ilman nafi’an Wa rizqon wasi’an
Halalan thoyyiban Wa ‘amalan sholihan
Wa nawwir qulubana Wa yassir umurona
Wa sohhih ajsadana Daima hayatina
Ilal khoiri korribna ‘annis syarri ba’idna
Wal qurba roja una Akhiron nilnal muna
Balligh maqosidana Waqdhi hawaijana
Wal hamdu li ilahina Alladzi hadana
Sholli wassallim ‘ala Toha kholilir rohman
Wa alihi wa sohbihi Ila akhiriz zaman

Kamis, 18 November 2010

ISLAM MODERN DI MESIR PEMIKIRAN JAMALUDIN AL-AFGHANI (PAN ISLAMISME)

A. PENDAHULUAN
Jatuhnya kota Baghdad pada tahun 1258 M ke tangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri system kekhalifahan Abbasyiyah di sana, tetapi juga merupakan masa awal dari kemunduran politik dan peradaban Islam. Karena Baghdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut pula lenyap dibumihanguskan oleh pasukan Mongol yang dipimpin Hulagu Khan.
Setelah itu, seiring dengan perjalanan waktu, maka dengan secara signifikan bangsa Barat menjadi semakin maju dan modern. Hal ini disebabkan karena mereka mengembangkan dan menguasai ilmu pengetahuan yang mereka rampas dari kota seribu satu malam itu sendiri.
Pada tahun 1801 M bersamaan dengan berakhirnya ekspedisi Napoleon di Mesir telah membuka mata dunia Islam terutama Turki dan Mesir akan kemunduran dan kelemahan umat Islam di samping kemajuan dan kekuatan Barat. Maka raja dan pemuka-pemuka Islam mulai berpikir dan mencari jalan untuk mengembangkan balance of power yang telah pincang dan membahayakan Islam. Kontak Islam dengan Barat saai itu berlainan dengan kontak Islam dengan Barat di periode klasik. Pada periode klasik, Islam berada pada masa kejayaannya dan Barat sedang dalam kegelapan. Namun keadaan itu menjadi terbalik, Islam sedang dalam kegelapan dan Barat semakin maju dan Islam yang ingin belajar dari Barat.
Dengan demikian timbullah apa yang disebut pemikiran dan aliran pembaharuan atau modernisasi dalam Islam. Pemuka-pemuka Islam mengeluarkan pemikirinnya bagaimanakah cara membuat umat Islam maju kembali seperti pada masa periode klasik. Usaha kearah itupun mulai dijalankan dalam kalangan umat Islam. Meski di sisi lain, Barat juga bertambah maju dan Islam semakin ketinggalan.
Pada abad ke-19 inilah seruan pembaharuan itu bangkit di Negara Mesir yang dipelopori oleh seorang tokoh bernama Sayid Jamaludin Al-Afghani. Dalam misi pembaharuannya, ia lebih manitikberatkan pada antiimperialisme yang bertujuan untuk membebaskan umat Islam dari penindasan penjajah (Barat) serta memperbaiki status kehidupan masyarakat yang statis menjadi dinamis. Berikut akan dijelaskan mengenai sekilas profil dan pemikirannya dalam memperjuangkan pembaharuan Islam.


B. PROFIL JAMALUDIN AL-AFGHANI
Jamaludin Al-Afghani As-Sayid Muhammad bin Shaftar Al-Husain lahir di Asadabad, Konar, Distrik Kabul, Afghanistan tahun 1838 M. Ia adalah tokoh terkemuka yang menjadi sentral figure umat Islam pada abad XIX. Keluarganya adalah keturunan dari Husain bin Ali bin Abi Thalib yang selanjutnya silsilahnya bertemu dengan keturunan ahli sunnah yang termasyhur Ali At-Tirmidzi.
Al-Afghani menghabiskan masa kecil dan remajanya di Afghanistan, namun banyak berjuang di Mesir, India bahkan sampai ke Paris. Pada usia 18 tahun di Kabul, Ia tidak hanya menguasai ilmu keagamaan seperti bahasa Arab, balaghah, tasawuf, manteq, tetapi juga mendalami falsafah, hukum, sejarah, matematika, ilmu hitung, ilmu obat anatomi, metafisika, kedokteran, sains, astronomi, dan astrologi.
Dia seorang yang sangat cerdas, jauh melampaui remaja-remaja seusianya. Setelah menguasai berbagai disiplin ilmu, Al-Afghani berkelana ke India selama satu setengah tahun. Ia seorang orator yang tangguh, mendorong rakyat India untuk bangkit melawan kekuasaan Inggris. Hasilnya, pada tahun 1857 muncul kesadaran baru dikalangan pribumi India melawan penjajah.
Di Kabul, seusai menunaikan haji di Mekkah, Al-Afghani diminta Pangeran Dost Muhammad Khan, untuk membantunya. Tahun 1864, Ia diangkat menjadi penasehat Sher Ali Khan. Beberapa tahun kemudian diangkat menjadi perdana oleh Muhammad A’zam Khan. Namun karena campur tangan Inggris dan kekalahannya atas golongan yang disokong Inggris, Al-Afghani akhirnya meninggalkan Kabul ke Mekah dan dilanjutkan bertandang ke Mesir dan menetap untuk beberapa waktu disana. Selama di Mesir itu ia mendapat kesempatan mengunjungi Al-Azhar, dimana ia mendapatkan tanda penghargaan dari Universitas Al-Azhar. Banyak kalangan terpelajar yang menyambut meriah kedatangannya sehingga dapat mempengaruhi Muhammad Abduh yang kemudian menjadi muridnya dan akhirnya menjadi ulama pembaharuan dalam Islam.
Pada mulanya Jamaludin menjauhi persoalan-persoalan politik Mesir dan memusatkan perhatiannya pada bidang ilmu pengetahuan dan sastra Arab. Namun melihat campur tangan Inggris dalam soal politik di Mesir, ia terdorong untuk terjun ke dalam kegiatan politik dan membentuk partai politik dengan nama Hizbu Al-Watani (Partai Kebangsaan). Dengan partai ini ia berusaha menanamkan kesadaran nasionalisme dalam diri orang-orang Mesir. Partai ini juga memperjuangkan pendidikan universal, kemerdekaan pers, dan memasukkan unsure-unsur mesir ke dalam posisi militer.
Pemikirannya antiimperialis dan kolonialis menyebabkan pada tahun 1879 ia diusir dari Mesir dan untuk kedua kalinya ia pergi ke India. Di sana ditulisnya buku “The Refutation of The Materialistis” (Pembuktian Kesalahan Kaum Materialis) suatu pembelaan Islam atas serangan dan tantangan dunia modern. Al-Afghani sempat ditangkap oleh Inggris karena munculnya pemberontakan arabi di Mesir. Setelah dibebaskan, ia pergi ke London hanya beberapa hari dan kemudian pergi ke Paris. Inilah masa kegemilangannya, dimana ia terlibat dalam perdebatan dengan filosof termasyhur Ernist Renan tentang “Islam dan Ilmu” pada tahun 1883 M.
Tahun berikutnya ia mampu menerbitkan majalah mingguan atau jurnal yang berjudul Al-‘Urwah Al-Wutsqa (ikatan yang kuat) bersama muridnya Muhammad Abduh. Nama jurnal tersebut juga nama perkumpulannya yang beranggotakan orang Islam dari India, Mesir, Suriah, afrika Utara, dan lain-lain. Hal ini bertujuan untuk memperkuat rasa persaudaraan Islam, membela islam, dan membawa umat Islam pada kemajuan.
Jurnal ini mendapat kecaman keras dari Barat akhirnya penguasa Barat melarang jurnal ini diedarkan di Negara-negara Muslim karena dkhawatirkan dapat menimbulkan semgangat persatuan Islam. karena dilarang diedarkan, usia jurnal ini hanya delapan bulan. Meski umurnya singkat, majalah ini telah berpengaruh pada seluruh dunia Islam.
Di Eropa, aktifitas Jamaludin tidak hanya di Paris. Ia berdiskusi tentang Islam di London, diantaranya dengan Lord Salisbury yang berkuasa ketika itu. Dia juga pergi ke Rusia membangun pengaruh dikalangan cendekiawan Rusia dan menjadi orang kepercayaan Tsar. Karena pengaruhnya itu, Rusia memperkenankan orang Islam mencetak Al-Qur’an dan buku-buku Islam, yang sebelumnya dilarang.
Perjuangan Al-Afghani sampai juga di Persia. Penguasa Persia, Shah Nasirudin Qachar, manawarkan posisi perdana menteri dan ia menerimanya. Ide-ide pembaharuan Islam, membuatnya semakin popular di Persia. Ini mengkhawatirkan Nasirudin, apalagi Jamaludin terang-terang mengkritik praktek-praktek kekuasaan penguasa Persia itu. Jamaludin akhirnya ditangkap dan diusir. Namun, kesadaran rakyat telah bangkit untuk menumbangkan Nasirudin. Setelah itu ia mengadakan kunjungan singkat ke Inggris dan menerbitkan buku yang kedua yang berjudul “Splendour of The Hemispheres” (Kemegahan Dua Penjuru Dunia).
Dalam sakit ia menerima undangan dari Sultan Turki Sultan Abdul Hamid, khalifah Ustmaniyah untuk berkunjung sebagai tamu ke Istambul, Turki. Ketika itu, Sultan ingin memanfaatkan pengaruh Jamaludin atas Negara-negara Islam untuk menentang Eropa, yang ketika itu mendesak kedudukan kekhilafahan Ustmaniyah di Timur Tengah. Namun upaya Sultan itu gagal, karena keduanya ternyata berbeda pendapat yang cukup tajam. Sultan tetap mempertahankan kekuatan otokrasi lama yang ortodoks, sementara Jamaludin mencoba memasukkan ide-ide pembaharuan dalam pemerintahan. Lalu Sultan membatasi kegiatan-kegiatan Jamaludin dan melarangnya keluar Istambul, sampai ajal menjemputnya. Inilah akhir perjalanan hidup Jamaludin Al-Afghani. Ia wafat di Istambul, pada 9 Maret 1897 dalam usia 59 tahun.
Sepanjang hayatnya, Jamaludin telah menulis puluhan karya tulis dan buku, antara lain Pembahasan Tentang Sesuatu yang Melemahkan Orang-rang Islam, Tipu Muslihat Orientalis Risalah untuk Menjawab Golongan Kristen, Hilangnya Timur dan Barat, Hakikat Manusia, dan Hakikat Tanah air.

C. AJARAN-AJARANNYA
1. Bidang Politik
Jamaludin dikenal sebagai pelopor Pan Islamisme yang mengajarkan bahwa semua umat Islam harus bersatu di bawah pimpinan seorang khalifah untuk membebaskan mereka dari penjajahan Barat. Ada pendapat bahwa Jamaludin hanya sedikit mempersoalkan masalah agama, ia lebih berkecimpung dalam lapangan politik. Jalan yang ditempuhnya di bidang ini, ialah :
a. Perbaikan jiwa dan cara berfikir
b. Perbaikan pemerintah atau Negara, kemudian keduanya berhubungan atau mempunyai jalinan dengan ajaran agama.
Jamaludin memandang bahwa perbaikan pemerintahan adalah dengan jalan memperbaiki bangsa itu. Ia juga mengatakan bahwa sesungguhnya kekuatan parlemen bagi suatu umat tidak akan ada harganya apabila tidak lahir dari umat itu sendiri. Dalam segi politik pergerakan bertujuan menghilangkan sebab-sebab yang memecah belah kaum muslim dan mempersatukan mereka untuk mempertahankan Islam. Untuk mencapai tujuan itu, maka kaum muslim harus bersatu. Persatuan Islam (Pan Islamisme), bukan berarti dunia dan kerajaan Islam yang ada menjadi satu kerajaan tapi masing-masing kerajaan itu agar berdiri sendiri dalam batas kuasa dan negara masing-masing yang mempunyai satu pandangan hidup.
Semua aspek gerakan Jamaludin yang menjadi sasaran utama ialah membebaskan negara-negara Islam dari penjajahan dan untuk menuju itu umat Islam harus membebaskan diri dari pola-pola pikiran yang beku.

2. Bidang Agama
Meski Al-Afghani menjadi pemimpin politik, ia juga berjasa dalam meninggikan kedudukan agama dengan menjadi mujahid, pembaharu akal umat Islam yang sangat dipengaruhi tradisi-tradisi dan kurafat-kurafat yang membawa kejumudan umat Islam waktu itu.
Al-Afghani berpendapat bahwa agama adalah suatu yang fital adanya suatu bangsa. Dan agama merupakan sumber yang nyata yang membawa kebahagiaan bagi manusia. Peradaban yang sesungguhnya adalah peradaban yang berdasarkan pendidikan moral dan agama, bukan peradaban yang berdasarkan karena kemajuan materi dan pembangunan kota-kota besar atau penciptaan mesin-mesin modern yang justru digunakan untuk menghancurkan peradaban dan pembinasaan umat manusia dengan bentuk penjajahan. Banyak usaha yang telah dilakukannya dalam melawan penjajah , antara lain:
a. Membangun kembali jiwa Islam yang terkandung dalam ajaran Al-Qur’an
b. Menghilangkan sifat kesukuan atau golongan
c. Mrngikis taqlid dan fanatisme
d. Melaksanakan ijtihad dalam memahami A-Qur’an
Ia juga mengutarakan bahwa kesejahteraan umat manusia itu tergantung pada :
a. Akal manusia yang disinari dengan tauhid
b. Kemuliaan budi pekerti
c. Akidah (iman) yang dijadikan sebagai prinsip yang pertama
d. Loyalitas orang yang berilmu dalam membagikan ilmunya pada orang lain
Dengan demikian, diharapkan umat Islam dapat kembali kepada ajaran-ajaran Islam yang murni, yang membawa kepada kekuatan yang positif dalam langkah dan sasaran yang akan dituju.


3. Ajaran tentang Qada dan Qadar
Kesalahan umat Islam dalam memahami qadha dan qadar menurut Al-Afghani, menjadi factor yang ikut memundurkan umat Islam. kesalahpahaman tersebut membuat umat Islam tidak mau berusaha dengan sungguh-sungguh. Jamaludin menyebutkan, qadha dan qadar mengandung pengertian bahwa segala sesuatu yang terjadi menurut sebab musabab (kausalitas). Lemahnya pendidikan dan kurangnya pengetahuan umat tentang dasar-dasar ajaran agama, lemahnya persaudaraan, perpecahan umat Islam yang diikut pemerintahan yang absolut, memercayakan kepemimpinan kepada yang tidak dipercaya, dan kurangnya pertahanan militer, juga merupakan factor-faktor yang membawa kemunduran umat Islam. Faktor-faktor ini yang menjadikan umat Islam statis dan fatalis.
Maka dari itu, ia menuntut kepada semua aliran untuk menjadikan akal sebagai dasar utama untuk mencapai keagungan Islam, karena akal menempati kedudukan yang istimewa dalam agama Islam. Dengan akal percaya pada qadha dan qadar bagi orang Islam akan membawa kekuatan moral dan mendorong usaha tawakal dan sabar untuk mencapai tujuannya.

4. Penolakan terhadap Aliran Naturalisme dan Materialisme
Perjalanan hidup Jamaludin sesuai dengan jalan pikirannya. Teori dan prakteknya selalu berjalin rapat dengan tindakannya. Kedudukan dan pikirannya ditandai oleh tiga macam keadaan :
a. Kenikmatan jiwa atau rohani
b. Perasaan agama yang mendalam
c. Moral yang tinggi
Gambaran ini jelas dapat dilihat dalam penolakannya terhadap aliran naturalisme dan materialisme. Aliran ini merupakan senjata berbahaya bagi umat Islam. satu-satunya kekuatan yang dapat melawannya ialah Islam itu sendiri. Inilah peringatan yang dicanangkan oleh Jamaludin pada orang-orang Islam, bila ingin mempertahankan agama itu, maka harus bertindak sesuai dengan ajaran agama itu.
Jamaludin terkenal dalam dunia Islam sebagai propagandaris karena penolakannya terhadap materialisme. Dengan pandangannya terhadap tabiat alam, ia tidak bisa menerima corak ajaran materialisme. Untuk itu ia menerbitkan sebuah buku dengan judul The Refutation Of Materialistis.
D. PAN-ISLAMISME
Sebagaimana yang diungkapkan L. Stoddard, dasar pergerakan yang diusung oleh Al-Afghani lebih pada usaha pembendungan dominasi Barat yang mulai menjelajahi dunia Islam. Setidaknya ada lima poin penting yang menjadi pemicu utama munculnya pemikiran pan-islamisme, yaitu :
a) Dunia kristen, walaupun terpisah secara geografis, budaya dan nasab namun akan selalu menggalang pemersatuan kekuatan untuk menghadapi umat Islam.
b) Meskipun secara gamblang perang salib telah tuntas, namun semangat dan ideologi untuk selalu mengobarkan lagi, tetap hidup di kalangan umat Kristen. Hal ini bisa dibuktikan melalui perlakuan diskriminatif umat Kristen kepada umat Islam di beberapa tempat.
c) Perbedaan pemahaman tentang agama yang sangat berbeda antara agama Islam dan agama lainnya.
d) Al-Afghani menyimpulkan bahwa kebencian umat Kristen terhadap umat Islam bukan hanya datang darui sebagian umat kristen namun berasal dari semua lapisan masyarakat.
e) Kurangnya apresiasi dunia kepada umat Islam, khususnya umat Kristen pada beberapa ideologi fital agama Islam.
Dengan berbagai pertimbangan yang diantaranya telah disebutkan di atas, maka Al-Afghani menggulirkan pemikiran tentang perlunya pemersatuan umat Islam yang selanjutnya dikenal dengan nama pan-Islamisme. Tujuan pasti al-Afghani adalah melakukan filter dini kepada gejala perpecahan yang telah kelihatan pada zaman itu.
Di beberapa keadaan, pan-Islamisme sering dikaitkan dengan usaha modernisasi Islam yang juga diusung oleh al-Afghani dan murid-muridnya seperti Muhammad Abduh, dkk. Pada dasarnya dua paham ini bukanlah sinonim, lebih tepatnya modernisasi adalah gejala atau sarana dari pan-Islamisme. Munculnya kegiatan pembaharuan dalam agama Islam adalah aplikasi nyata dari program pan-Islamisme yang ditawarkan oleh al-Afghani.
Secara individu Afghani adalah penolak keras adanya paham kolonial yang menghantui hampir di semua dunia Islam di kala itu. Sebagai seorang filsuf dan agamis sikap dan pemikiran Afghani selalu berbenturan dengan paham fatalisme (berhubungan dengan takdir). Untuk mengetengahi masalah fatalism dalam agama Islam, Afghani mengajak umat Islam untuk melakukan usaha perebutan peradaban, kebudayaan dan pengetahuan dari barat. Salah satu caranya adalah dengan mempelajari semua itu dari barat. Diharapkan dari semua sikap ini maka umat Islam lebih bersifat dinamis dan mampu melakukan kritik sosial dalam menghadapi perkembangan dunia dan ilmu pengetahuan.
Melalui propaganda yang rapi apalagi didukung oleh Sultan Abdul Hamid dari Turki Utsmani yang mendirikan organisasi seruan pan-Islamisme dan pengiriman delegasi ke Negara-negara Islam selama 30 tahun. Hubungan paling kongkrit antara pan-Islamisme dengan modernisasi Islam terlihat pada pandangan kenegaraan yang diusulkan oleh Afghani dan murid-muridnya. Memang harus diakui, pemerintahan Negara atau kerajaan Islam yang dimulai dari masa Kekhalifaan Utsmani memiliki konsen yang sangat besar kepada bentuk negara atau kerajaan dengan system monarki absolut. Sehingga Afghani menawarkan system demokrasi sebagai jalan keluar yang tepat sebagai bentuk ideal negara Islam. Lebih kongkritnya Afghani bahkan memberikan pertimbangan untuk memakai sistem pemerintahan republik. Bahkan lebih jauh Afghani menyatakan bahawa sebenarnya Islam menghendaki penggunaan sistem pemerintahan republik bagi umat Muslim.
Dasar pendapat yang dikeluarkan oleh Afghani ini terbentuk oleh berbagai stigma yang terkumpul dari lawatan panjang Afghani ke beberapa negara Eropa sebelumnya. Menurut Afghani keunggulan sistem republik adalah kebebasan dalam mengedepankan pendapat dan kesamaan status dalam hukum dan pemerintahan. Ditambah lagi republik sangat menjaga hubungan kepala negara dengan Undang-undang negara. Lebih jelasnya, sistem republik sangat memperhatikan kepatuhan antara kepala pemerintahan dengan undang-undang yang dibuat oleh sebuah Negara. Pendapat yang diusulkan oleh Afghani ini tentu merupakan hal baru dalam perkembangan agama Islam. Sebelum munculnya gagasan Afghani ini Islam dan lingkungan hanya mengenal sistem pemerintahan kerajaan atau kesultanan.
Secara mudah bisa dijelaskan hubungan antara pan-Islamisme dan modernisasi Islam ini dengan wacana bahwa Pan-Islamisme Al-Afghani adalah sebuah gerakan pemersatu antar Negara-negara Islam termasuk umat Islam di wilayah jajahan untuk menentang kezaliman para pengusa (penjajah ekstern atau intern) yang lalim, termasuk menentang kolonialisme dan imperialisme Barat sebagai bentuk usaha untuk mewujudkan keadilan.

E. KESIMPULAN
Dari uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Jamaludin Al-Afghani merupakan seorang tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam alur sejarah peradaban Islam. Sepanjang hidupnya telah diabdikan untuk berjuang demi kepentingan Islam, khususnya dan negeri-negeri yang sedang terjajah pada umumnya.
2. Program politiknya adalah menggerakkan Pan Islamisme yang bertujuan untuk kesejahteraan umat Islam di bawah pimpinan seorang khalifah.
3. Jamaludin berpendapat bahwa Islam memberikan tempat yang tinggi pada akal. Maka dari itu Ia sangat menentang adanya faham takdir.
4. Ia juga memperingatkan umat Islam bahwa bahaya besar kedua yang harus dihadapi umat Islam adalah materialisme, yang mengingkari agama dan anti tuhan.
5. Banyak karya yang lahir dari buah pikirnya yang ditujukan untuk mengobarkan semangat pembaharuan pada diri umat Islam.

Selasa, 16 November 2010

idul adha

I D U L A D H A
ARIS HIELMY MUBAROK S.PD.I

اَلحَْمْدُ ِللهِ اَّلذِي اْختاَر خليله حيث امره بذبح ولده فى المنام وجعله له تقربا قربانا نحمده على ما عامله معاملة الاحبة بالاحسان وجعل هذا اليوم عظيم القدر وعيدا جليل الشعر وَاَشْهَدُاَنْ لاَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ.وَاَشْهَدُاَنَّ محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الى اخر الزمان.اَللّـهُــمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ.وَعَلَى الـِهِ وَصَحْبِهِ صلاة وسلاما دائمين متلازمين على ممر الايام.
اَمَّابَعْدُ، فـَـيَااَيـّــُـهَااْالحاضرون رَحِمَكُمُ اللهُ.اُوْصِيْكُمْ وَنفسى بــِتــقْوَى الذي انعم علينا بالايمان والاسلام
Hadirin !
Sedoyo puji kagunganipun Allah, ingkang paring cobi, ujian, dhateng kawulanipun. Cobi kolo wau ing lahiripun keraos awerat lan rekaos, nanging hakekatipun cobi utawi ujian kolo wau kangge nanting lan neter sepinten imanipun kawulo. Sahinggo menawi lulus, Allah pering tingkataning derajat, lan nyaketaken pribadini9pun kawulo dhateng rahmatipun Allah, kados ingkang sampun dipun ayahi dening Nabi Ibrahim a.s
الله اكبر- الله اكبر- الله اكبر ولله الحمد
Hadirin !
Dinten puniko 10 dzulhijah, dening Allah dipun dadosaken dinten ageng, hari raya. Ingkang ing dinten puniko katambah tigang dinten malih (dinte tasyriq) kito dipun haromaken siyam.
Dene amal-amal pengibadahan ingkang dipun anjuraken ing dinten ageng puniko :
1. solat idul adha
Sak derengipun, kito dipun sunatake reresik langkung rumiyin mawi siram, sikatan/siwakan, ngagem ageman ingkang sae, ugi wangi-wangian lajeng tindak masjid, nindaaken solat id sesarengan utawi jama’ah, lan mirengake khutbah. Toto coro mekaten kolo wau mengku piwucal bilih, ing saklebetipun kito gesang bebrayan, bermasyarakat, gesang sesrawungan kalian keluarga, tonggo tepalih, sanak kadang, keluarga masyarakat sanesipun, sampun ngantos mirsani kawontenan uawisesrawungan ingkang mmboten ngeremaken, mambet gondo ingkang mmboten prayogi, ngraosaken ingkang mmboten sekeco, ugi merengaken ingkang mmboten wonten ginanipun
2. kito dipun sunatakn sodaqoh
Ing bab puniko Kanjeng Nabi Muhammad SAW, ngendiko
ومن اطعم فيه مؤمنا او تصدق فيه بصدقة بعث الله يوم القيامة امنا
“Sopo bae kang aweh mangan/sodaqoh marang wong mu’min ono ing dino riyoyo ik, mbesok tangi soko kubur kanthi aman”
وكان ميزانه اثقل من جبل احد
“Lan tmbangan amal becike luwih abot katimbang gunung uhud”.
Bab puniko ugi mengku piwucal bilih ing saklebetipun gesang sesarengan, kito kedah peduli lingkungan, sambat sinambatan, tulung-tinulung, terutami sodaqoh sak kuwasanipu, langkung-langkung menawi pinuju kasisahan. Kanjeng Nabi Muhammad SAW ngendiko :
ان الصدقة لتطفئ عن اهلهاحرالقبور وانما يستظل المؤمن يوم القيامة فى ظل صدقته
“Sodaqoh iku sayekti biso nyirep panase sekso kubur, lan besuk ing dinyo qiyamat wong mu’min iku mung biso ngiyup ono ing ayang-ayang sodaqohe” .
3. Kito dipun sunatake qurban
Qurban artosipun nyataaken pribadi dhateng Allah, kanthi masrahaken barang darbe ingkaqng dipun tresnani, arupi kewan, lembu utawi mendo. Dene lembu saget nyekapi qurbanipun tiyang pitu, lan mendo namung nyekaoi tiyang setunggal.
Dene hadis-hdis ingkang dhawuhaken bab qurban puniko, ing antawisipun ;
من خرج من بيته الى شراء الاضحية كان بكل خطوة عشرحسنة
“Sopo wae kang budal tuku kewan qurban, wiwit metu soko omahe, saben sak jangkahe ditulis amal becik sepuluh”.
ومحي عنه عشر سيئات ورفع عشر درجات
“Sepuluh amal alane dilebur/hapus lan sepuluh drajate ditingkatake”.
واذا تكلم فى شراءهاكان كلامه تسبيحا
“Naliko ngrembuk bab tetukune qurban, rembukan mau dianggep moco tasbih”.
واذا نقد ثماناكان له بكل درهم سبع مائة حسنة
“Naliko mbayar rgane, saben-saben durham utowo rupiahditulis dadi amal becik 700”.
واذا طرحهاعلى الارض يريد ذبحهااستغفر له كل خلق من موضعه الى الارض السابعة
“Naliko kewan mau arep dirubuhake arep disembeleh, kabeh makhluq, wiwit kangono panggonan sumelehe qurban nganti bumi sak pitu, podho nyuwunake ngapuro marang kang gawe qurban”.
واذااهرق دمهاخلق الله بكل قطرة من دمها عشرة من الملائكة يستغفرون له الى يوم القيامة
"Naliko getih qurban wes muncrat, saben sak tetes getih, Gusti Allah ndadeake malaikat 10, saperlu podho nyuwunake ngapuro marang kang gawe qurban, nganti dino qiamat”.
Kanjeng Nabi ugi ngendiko ;
عظموا ظحايكم فـإنــها على الصراط مطاياكم
“Gedekno kewan qurbanmu, jalaran qurban hku dadi tumpaanmu naliko ngliwati wot”.
Dene sejarahipun ibadah qurban puniko, kawiwitan naliko zaman Kanjeng Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim dipunnuji dening Allah, sepinten ketaatipun dhateng Allah, kalih kadhawuhan mrogat putranipun ingkan langkung dipun tresnani, inggih puniko Nabi Ismail a.s. kados ingkang kasebat ing surat As-shofaat wiwit ayat 102-111 ;
فلما بلغ معه السعى قال يابنى انى ارى فى المنام انى اذبحك فانظر ماذا ترى
“Barang Ismail wis ngancik dewoso, Nabi Ibrahim ngendiko : anakku, ing sakjeroning impen ingsun kadhawuhan nyembeleh iro, mulo pikiren”.
قال : ياابت افعل ماتــؤمرستجدنى انشاءالله من الصابرين
“Nabi Ismail nuli matur : abah ! kulo aturi nindaaken punopo ingkang dipun perintahaken dhateng paduko, insyaallah paduko merisani bilih kulo kalebet golonganipu tiyang-tiyang ingkang sabar”.
Kacrios bilih sakderengipun kapragat Nabi Ismail ngasturake panyuwun 3 perkawis dhateng bapakipun :
1. Lading kaatunan ngasah ingkang landep.
2. Nyuwun supados wajah lan gulu dipun lurupi/tutup, supados bapake tegel lan tabah.
3. Dene rasukanipn mangke sak sampunipun gopak getih, kacaosno ibunipun minongko tondo pangabektos. Sareng sampun mapan, lading sampun sumeleh ing jenggot, astanipun Nabi Iabrahim lajeng mandek, mmboten saget nglampahaken lading. Malaikat Jibril dhateng mbekto mendo gibas saking suwargo, kapasrahaken dhateng Ibrahim kaaturn mragat, minongko tebusane Nabi Ismail a.s, Allah ngendiko:
ونادينه ان ياابراهيم قد صدقت الرؤياانا كذلك نجزى المحسنين
“Ingsun Allah nimbali : ibrahim ! temen-temen siro wus ngestoake dhawuh Ingsun ing sakjeroning impen, ing mengkono temen-temen ingsun paring pinwales marang wong-wong kang gawe kabecikas”.
ان هذا لهو البلاء المبين
“Saktemene iki sawijining ujian kang nyoto”.
وفديناه بذبح عظيم
“anakku Isma’il dak tebuss nganggo kewan sembelihan kang gede, arupo wedus”.
وتركنـاعليه فى الاخرين
“Ingsun langgengake kanggo Ibrahim pujian kang becik ing kalangane wong-wong kang sakbanjure”.

Hadirin !
Mekaten sejarahipun ibadah qurban, sahinggo kalanggengaken ngantos dados pengibadahipun umat Muhammad, kang nyaketaken pribadi dhateng Allah supados pikantuk rahmat soho maghfirohipun.

اَعُوْذُ باِللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ انااعطينك الكوثر.
وَقُـلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنتَ خَيرُ الرَّاحمِين

Jumat, 08 Oktober 2010

fadhilah sholawat

Dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah SAW bersabda “Orang yang pantas berada di sisiku pada hari kiamat adalah orang yang memperbanyak shalawat atasku.” (HR. Tirmidzi)

Shalawat yang berasal dari kata al-Shalah, secara etimologi mempunyai arti yaitu do’a dan rahmat. Secara lebih khusus, shalawat mempunyai makna rahmat Allah Swt yang disertai pemuliaan-Nya atas Nabi Muhammad SAW. Namun, sebagian jumhur mentafsirkan bahwa shalawat berarti rahmat yang datang dari Allah Swt, dan pengampunan dosa dari malaikat, serta tunduk dan do’a dari selain keduanya seperti manusia, hewan, hingga benda mati.

Hadist yang tesebut di atas, mengingatkan kita akan urgensi dan keutamaan shalawat atas Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya kita tunduk dan memuliakan junjungan nabi kita Muhammad SAW atas apa yang telah beliau lakukan untuk umatnya semasa hidup. Shalawat atas beliau adalah satu dari sekian banyak wasilah atau cara untuk memuliakan beliau. Jangankan kita manusia yang notabene adalah umat beliau, Allah Swt dan malaikat-Nya pun juga beshalawat kepada beliau. Allah Swt befirman dalam al-Qur’an yang bunyinya “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas nabi. Hai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu atas nabi dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS al – Ahzab : 56)

Allah Swt dengan segala kekuasaan-Nya telah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan risalah-Nya, dan menjadikannya rahmatan lil ‘alamien, serta pembawa berita gembira bagi orang-orang mu’min, dan pemberi syafa’at bagi umat pilihannya. Maka, sudah menjadi kewajiban seorang muslim dan seluruh umat Nabi Muhammad SAW untuk bershalawat atasnya sebagai bentuk rasa tunduk dan penghormatan kepada beliau.

Orang yang selalu bershalawat atas Nabi Muhammad SAW akan merasakan fadhilah dan keutamaan dari shalawat tersebut. Ada beberapa hadist yang menjelaskan fadhilah dan keutamaan dari shalawat, satu diantaranya berbunyi “Barangsiapa yang bersholawat atasku sekali, maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali." (HR. Muslim, Ahmad dan perawi hadits yang tiga). Dalam hadist lainnya, Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang bersholawat untukku di waktu pagi sepuluh kali dan di waktu sore sepuluh kali, maka ia berhak mendapatkan syafa'atku." (HR. Thabarani)

Namun, barangsiapa yang melalaikan dan enggan untuk bershalawat atas Nabi Muhammad SAW, maka ia juga akan merasakan akibat dan dampak dari kelalaiannya itu. Rasulullah SAW bersabda “Termasuk orang yang bakhil adalah orang yang apabila namaku disebut ia tidak bershalawat atasku.” (HR. Tirmidzi)
Inilah sebagian fadhilah bagi orang-orang yang sering bershalawat atas Nabi Muhammad SAW dan celaan bagi yang melalaikannya. Wallahu a’lam bish shawab

Jumat, 10 September 2010

Surga Hanya Sementara

Judul di atas hanya selintas otak pribadi saya, yang belum diresmikan. Karena –saking bodohnya saya- mulai dari dalam al-Qur’an, injil kristiani (al-kadzdzab), buku-buku teologi, bahkan sampai majalah “HOT” pun belum juga saya temukan surat keputusan itu. Justru yang saya temukan adalah, bahwa orang baik akan dimuliakan di surga “selamanya” (kekal), dan orang jahat serta iblis akan dijebloskan ke neraka “selamanya”. Seperti yang telah tertulis pada QS. Huud: 23, yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal-amal sholih, dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah para penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya”.
Kata “ kholidun”, “abqo”, ataupun “abadan” dalam al-Qur’an, saya anggap masih dalam tanda kutip. Yang maksudnya, walau dikatakan “kekal”, surga dan neraka tetap akan ada batas axis-nya. Memang tidak ada dalil gamblang tentang itu. Tapi saya rasa dalil tersembunyi ini diisyaratkan pada dalil “masa aktif” Alloh SWT., yang Maha kekal (tanpa pernah “terblokir”).
Kita tak mungkin pungkiri. Dan orang mu’min –baik tulen maupun topeng- darimanapun pasti juga mengakui bahwa Alloh itu Maha kekal, dan tak ada satupun dari selain Ia yang bisa menyaingi ke-kekalan itu, termasuk surga dan neraka. Kata “kekal” masih ada ekor kalimatnya di belakang, yaitu “selama Alloh berkehendak”. Bahkan jika Alloh menghendaki surga dan neraka itu dihapus dari sekarang, maka tamatlah riwayat mereka.
Karena itu, Tuhan mengingatkan pada kita, agar saat kita beribadah, janganlah surga yang kita harapkan. Percuma, kita mengharapkan sesuatu yang –mungkin- bakal musnah juga. Kalau kita berniat beribadah untuk mendapatkan surga, lalu apa bedanya dengan kita berusaha menikahi seseorang karena ingin menikmati harta kekayaannya?. Maka mari kita hanya mengharapkan Alloh se-Tuhan, yang kekal tak ber-usia. Karena jika kita dapat bertemu dan mendapatkan Alloh, maka –otomatis- saat itu pula kita berada di surga, yang tak perlu kita memintanya.
Seperti halnya di dunia, ibarat kita hanya mampir sebentar di warung untuk minum. Maka di surga kita juga hanya mampir untuk makan di sebuah “restoran” termegah. Hingga –saking betahnya- kita tak mau keluar dari situ. Sampai pada saat restoran itu dimusnahkan, kitapun ikut musnah.
Kemudian mari kita lebih mengupas tafsiran sebuah ungkapan yang masyhur dari Abu Nawas; “oh Tuhanku, aku tidak pantas menjadi penduduk surga. Dan aku tidak kuat berada di neraka”. Dari ungkapan ini ada semacam “penolakan” terhadap dua hal; yaitu surga (karena malu atas dosa-dosanya) dan neraka (karena tak sanggup menahan siksa). Karena dengan keadaan seperti itu, lalu Abu Nawas hanya mempunyai satu alternatif yaitu tidak berjalan menuju keduanya, tapi berjalan menuju Alloh. Setelah sampai pada Alloh, terserah kepada-Nya Abu Nawas akan diletakkan di mana. Dengan keyakinan bahwa Alloh Maha Adil dan Bijaksana. Jadi, pesan moral dari ungkapan Abu Nawas di atas, bukannya “ayo kita banyak beribadah, agar tidak malu ketika meminta surga”. Tapi yang benar adalah, “ayo kita banyak beribadah, agar cepat sampai pada hati/ridlo Alloh”.
Maaf surga, sama sekali bukan maksud saya merendahkan ke-populer-anmu. Saya juga sangat ingin bertemu denganmu, bercumbu dengan bidadari-bidadarimu, yang cantiknya melebihi arti kata “cantik”. Saya hanya ingin lebih jauh mengenalmu. Siapa dan bagaimana engkau sebenarnya.
Andai kita bisa diskusi bareng dengan malaikat Ridwan dan malaikat Malik……
Wallohu a’lam…….
Oleh Hielmy basya, hamba yang ingin pintar.

BEBERAPA FADHILAH SURAT YASIN

1. BAGI PEMBACANYA
Surat yasin bila dibaca akan bermanfaat bagi pembacanya baik ketika masih hidup di dunia maupun setelah mati. Berdasar hadist :
وفى مسند الدارمى عن شهربن حوشب قال : قال ابن عباس : من قرأ يس حين يصبح اعطى يسر يومه حتى يمسى ومن قرأها فى ليلة اعطى يسر تلك ليلة حتى يصبج
“ Dalam musnad Darimi, dari Syahar bin Hausab, Ibnu Abbas berkata : barang siapa membaca Yasin ketika pagi niscaya akan diberi kemudahan di hari itu sampai sore. Dan barang siapa membacanya pada malam hari niscaya akan diberi kemudahan pada malam itu sampai pagi”.

Sehingga ada beberapa ulama menjadikan Yasin sebagai wasilah untuk memperlancar datangnya Rizqi, yaitu dengan membaca Yasin ditengah malam 4x kemudian di tutup dengan bacaan سبحان المنفس عن كل مد يون إلخ........
وعن عائشة ان رسول الله ص م قال : إن في القرأن لسورة تشفع لقرائها ويغفر لمستمعها. الا وهي سورة يس
“ Dari Aisyah bahwa Nabi SAW bersabda : sesungguhnya dalam Al-Qur’an ada satu surat yang memberi Syafaat pada pembacanya dan diampuni dosa pendengarnya. Ingat itulah surat Yasin.
عن ابي هريرة قال : قال ؤسول الله ص م من قرأ سورة يس في ليلة ابتغاء وجه الله غفر له في تلك الليلة
“ Dari Abi Hurairah, Rasullullah SAW bersabda : barang siapa membaca surat yasin pada suatu malam dalam rangka mencari ridho Allah niscaya akan diampuni dosanya pada malam itu”.
عن أنس قال رسول الله ص م : ان لكل شئ قلبا وقلب القران يس ومن قرأ يس كتب الله له بقراءتها قراءة القران عشر مراات
“ Dari Anas, Rasulullah SAW bersabda: sesungguhnya segala sesuatu itu mempunyai hati dan hatinya Al-Qur’an adalah surat Yasin. Siapa yang membaca surat yasin niscaya Allah akan mencatat baginya bacaan itu seperti membaca Al-Qur’an 10 kali”.
وذكر الثعلبي عن ابى هريرة ان رسول الله ص م قال : من قرأ سورة يس ليلة الجمعة اصبح مغفورا له
“ Disebutkan oleh Tsa’labi dari Abi Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa membaca urat yasin pada malam jum’at maka paginya diampuni dosanya”.

2. UNTUK ORANG LAIN
Biasanya kalau kita membaca surat yasin untuk orang lain adalah untuk orang yang sakit parah (sedikit harapan untuk sembuh). Adapun dasar hadistnya :
عن أنس قال رسول الله ص م : ان لكل شئ قلبا وقلب القران يس. اقرءوا يس على موتاكم
“ Dari Anas RA : Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya segala sesuatu itu mempunyai hati dan hatinya Al-Qur’an adalah surat Yasin. Bacalah oleh kalian surat yasin atas mayit-mayit kalian” HR.Tirmidzi.
عن معقل بن يسار قال البي ص م : من قرأ يس ابتغاء وجه الله غفر له ما تقدم من ذمبه فاقرءوها عند موتاكم". رواه البيهقى
“ Dari Mu’qil bin Yasar, Nabi SAW bersabda: barang siapa membaca yasin dalam rangka mencari ridho Allah maka akan diampuni dosanya yang telah lalu maka bacalah yasin disisi mayit-mayit kalian”.HR.Baihaqi.
وذكر الاجري من حديث ام درداء عن النبى ص م قال: مامن ميت يقرأ عليه سورة يس الا هون الله عليه
“ Disebutkan oleh Al Ujry dari hadist Umi Darda’ dari Nabi SAW : Tiadalah aeorang mayit yang dibacakan surat Yasin untuknya niscaya Allah akan memudahkan Sakaratul mautnya”. HR.Hakim.

Dan juga seperti yang di ijazahkan para ulama ditambah dengan surat Ar-Ra’du juz 13. kemudian di ikuti dengan do’a sebagai berikut :
اللهم احيه (احيها) ماكانت الحياة خيرا له (لها) وتوفه (وتوفها) اذاكانت الوفاة خيرا له (لها). اللهم اعنه (اعنها) على غمرات الموت وسكرات الموت.
“Ya Allah hidupkanlah dia apabila hidup itu lebih baik baginya, dan wafatkanlah dia apabila wafat itu lebih baik baginya. Ya Allah tolonglah ia dari mayit yang sengsara dan kesakitan sakaratulmaut” dan bisa ditambah doa lain.
عن أنس ان رسول الله ص م قال : من دخل المقابر فقرأ سورة يس خفف الله عنهم يومئذ وكان له بعدد حروفها حسنات
“Dari Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda : barang siapa masuk pekuburan kemudian membaca surat yasin niscaya akan diringankan Allah siksa ahli kubur pada hari itu dan bagi pembacanya bagaikan berbuat kebaikan sejumlah hurufnya”.

Ada kaifiyah/cara membaca surat yasin yang menurut Sayid Idrus Al-Munawar pahalanya seperti membaca surat yasin 41 kali. Yang sering disebut oleh para santri “yasin fadhilah”. Yaitu membaca :

يس x7
ذالك تقد ير العزيز العليم x14
سلم قولا من رب رحيم x16
اوليس الذى خلق السموات والارض بقادر x4
على ان يخلق مثلهم بلى

Demikian sedikit bahasan Fadhilah surat Yasin, adapun sumber pengambilan bahan dari kitab :
1. Tafsir Al-Qurtubi
2. Hadist Jami’us Shoghir
3. Al-Adzkar An-Nawawi

JUJUR = MENGHIANATI PROFESI

Pernahkah anda melihat maling?, pernahkah anda kemalingan?, pernahkah anda menangkap maling?, atau bahkan anda pernah menjadi maling?. Tahukah anda apa itu maling?. Semua pertanyaan itu tidak perlu anda jawab. Sekarang kita akan membahas beberapa topik yang berhubungan dengan maling.

Kita semua pasti sudah pernah mendengar kata MALING, mulai dari maling ayam, maling sepeda, curanmor, korupsi, dan sebagainya. Pada dasarnya maling adalah sinonim dari kata pencuri. Menurut penulis, yang dimaksud dengan maling atau pencuri adalah pelaku, subyek, dan atau fail dari kata mencuri yaitu mengambil barang milik orang lain yang bukan haknya dan tanpa seizin pemiliknya.

Maling, jika dilakukan dengan pemaksaan dan kekerasan disebut merampok, dan jika dilakukan dengan terang-terangan di tempat terbuka, kemudian si maling melarikan barang dan dirinya biasa disebut dengan menjambret. Maling yang dilakukan secara diam-diam di tempat umum (Bus, Pasar, dll) biasa disebut dengan copet. Baik maling yang kecil-kecilan alias ngutil maupun yang besar-besaran dengan make dark (membuat gelap, penggelapan) atau korupsi adalah haram hukumnya, haram di mata agama, di mata negara, di mata penulis, di mata pembaca, dan di mata siapapun maling tetaplah haram.Tetapi mengapa masih saja kita melakukan pekerjaan maling?, tidak perlu dijawab.

Anda pasti sudah pernah mendengar istilah “maling teriak maling”. Ya benar, istilah inilah yang sering dimanfaatkan dan dipraktekkan oleh seorang maling yang kepergok mencuri. Jalan satu-satunya adalah ikut berteriak “Maliing…..maliiing…!!!!”, padahal dia sendirilah malingnya. Saat seorang maling dikejar oleh orang-orang yang meneriakinya, ia harus mempraktekkan istilah itu agar ia selamat.

Istilah itu tidak hanya untuk pencuri saja, tapi bisa juga untuk yang lainnya. Misalnya anda bersalah dalam satu hal tetapi anda melemparkan kesalahan itu kepada rekan anda dan rekan anda dituduh bersalah, lalu anda ikut menuduh dan menyalahkannya. Ini juga masuk kategori maling yang teriak maling.

Namun ternyata tidak semua maling yang teriak maling itu selamat. Contohnya adalah negara Amerika. Amerika adalah teroris yang meneriaki negara lain sebagai teroris (teroris teriak teroris). Ia ingin memberantas gerakan teroris di seluruh dunia padahal dia sendiri adalah teroris sejati. Dikarenakan soal teroris tersebut, pernah Presiden Amerika Serikat George W. Bush disangka telah pikun dan “beliau” lupa bahwa “beliau” adalah Presiden AS, karena “beliau” lebih banyak mengurusi negara orang lain daripada negaranya sendiri. Dan akhirnya “beliau” ditertawakan oleh masyarakat dunia “Teroris kok teriak teroris!…”.

Istilah “Tidak ada maling yang jujur” pun sudah membudaya di negara kita. Memang benar tidak ada maling yang jujur, lantas apa kalau mereka jujur tidak disebut maling?, tidak perlu dijawab, karena dengan kejujuran insya Allah kita akan terhindar dari kata maling. (kisahnya bisa anda baca di Qiroatu al-Rosyidah juz 3 hal. 23).

Maling bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Baik orang kecil, orang miskin, bahkan pejabat dan orang hebat pun bisa maling, apalagi penjahat. Baik di rumah, di sekolah, di jalanan, di kantor, dan di manapun juga maling tetaplah bisa dilakukan. Maling tidaklah mengenal tempat. Bahkan ada orang yang menjadikan maling sebagi profesi dan pekerjaannya, Na’udzu biLlahi min dzalika.

Mendengar istilah “tidak ada maling yang jujur”, seorang maling berpendapat, “Jujur, bagi seorang maling samadengan menghianati profesi.” Temannya yang sesama malingpun berkomentar, “Lebih baik kita itu maling ayam, daripada koruptor yang makan uang rakyat yang membutuhkan,” ia melanjutkan, “Kita tidak akan lebih terhina dibanding koruptor, wong kita malingnya inipun terpaksa. Kalau korupsi, apa bisa dikatakan terpaksa korupsi?, tidak bisa. Toh nantinya dosa dan malunya akan lebih banyak mereka daripada kita.”

Mengetahui dialog maling kelas teri tersebut, pembaca tahu tidak apa jawaban koruptor?, jawabannya adalah “Dasar merekanya saja yang goblok, sudah tahu maling itu dosa kok malah mencuri, yang dicuripun hanya ayam dan sebangsanya lagi, wong sama-sama dosanya, mbok ya yang banyak sekalian tho malingnya, seperti saya nih umpamanya.”

Perkataan koruptor tersebut membuat penulis ingin segera mengakhiri tulisannya. Toh akhirnya nanti, semua maling pasti mendapat hukuman. Hukuman dari tuhan, dari negara, dan hukum yang lainnya karena hukum karma masih tetap dan akan terus berlaku di dunia ini.

Dan ingatlah!, sekecil apapun yang anda curi, tetap saja anda disebut MALING.
arrez_basya@yahoo.com

Kamis, 09 September 2010

SURAT CINTA TUHAN ITU SUCI GAK SIH?


Ada analogi menarik, suatu hari Kekasihku yang sangat kukenal bertanya pada kami ketika masih berupa jiwa, “bukankah Aku Kekasihmu?” Kami menjawab “ya iyalah”. Kalian juga ikut waktu itu, tapi gara-gara banyak dosa, kalian lupa momen penting itu. Setelah perkenalan itu, Dia menerangkan kalau kita pernah bertemu tapi aku lupa saat itu, kemudian Dia menyuratiku dan mengingatkan momen penting itu sehingga aku percaya Dia adalah Kekasih sejatiku. Aku berusaha memahami surat itu atas keinginanNya sampai aku hapal surat itu, isinya macam-macam; disuruh sabar, tawadlu’, belajar, bersosial, adil, tidak sombong, iri dengki, disuruh mencintaiNya dengan tulus sampai disuruh untuk hanya mencintaiNya saja. Dia juga mengancam akan memenjarakanku di dalam tempat terburuk jika aku tidak berbuat sesuai pesanNya, namun di sisi lain Dia memberiku jaminan kenikmatan yang tiada tara jika aku melaksanakan pesan-pesanNya dengan baik, yaitu bertempat tinggal di istana yang indah serta bidadari yang cantik serta ketemu Dia atas izinNya. Dengan surat itu aku memahami segala hal yang membuktikan cintaNya padaku, mulai dari udara yang gratis, ditundukkannya langit dan bumi, bahkan lautan serta rasa haus dan segar, kenyang dan lapar, suka dan duka.
Dia mengirimkan semuanya berpasangan, Dia juga mengatakan betapa dunia ini berimbang tak berbenturan satu planet dengan yang lain, maa taroo fi kholqi al-rohmaani min tafaawut (untuk lebih lengkapnya, baca QS. Al-Mulk juz 29). Di waktu lain Dia ingin agar aku ketika menyentuh alquran supaya dalam keadaan suci, (laa yamussuhuu illa almuthohharuun, QS. Al-Waqi’ah).  Dalam arti, aku harus menghargai alquran dengan hati dan perbuatan. Aku tak pernah menyamakan surat cinta itu dengan surat cinta lain, sementara surat surat cinta palsu (baca:fana, rusak) yang lain kubuat lemek tidur atau bungkus nasi. Maka surat cinta dari Kekasihku itu tidak demikian aku perlakukan, karena tulisan yang ada di dalamnya adalah ungkapan suci seorang Kekasih, hanya dengan tulisan itulah kalamNya terwakili, tak ada yang lain. Dan aku tidak meragukannya sama sekali karena surat itu telah diantar oleh kurir kepercayaanNya (Nabi Muhammad SAW) untuk disampaikan kepadaku sepenuh hati. Maka kesalahan ada pada pikiran orang orang yang hanya mengandalkan logika, padahal puncak dari akal rasionalisme adalah awal perjalanan spritualisme, kata Imam Ghozali dalam Jawahir al-Quran.
Jika engkau juga ingin mengetahui dan memahami isi surat cinta Kekasihku, pelajarilah bahasanya, jangan sekedar menerjemahkannya ke dalam bahasamu. Ada unsur lain yang nikmat banget tatkala engkau berkomunikasi dengan Kekasihku melalui surat cinta itu. Untuk berwudlu menjadi batasan menyentuhnya itu sudah urusan fiqh, bahkan mandi sepuluh kalipun tak bisa mewakili persentuhan suci antara surat cinta itu dengan tangan kita. Jika hatimu masih menghinakannya, karena penjaminan suci ada pada rasa kagum dan hormat kepadanya saja, namun untuk hadats besar kami sepakat mengharamkannya dan itu kesepakatan ulama zaman dulu, maka pilihlah sesukamu cara menyentuhnya, namun hilangkan sifat sombongmu dalam menghinakannya baik melalui kata-katamu yang kamu perjualbelikan dalam menghinanya, atau melalui perbuatanmu menyamakannya dengan teks lain (Koran, majalah misalnya), atau sekedar tahu sejarah pengiriman surat cinta itu tanpa pernah menghafal satu kalimat pun dari surat cinta itu, dan berlama lama meneliti padahal waktu penelitianmu itu andaikata digunakan menghafal surat cinta itu cukup bahkan lebih. Adalah bodoh tatkala kalian berfikir sepicik itu, dan surat cinta Kekasihku itu tak lain adalah al-Qur’an al-Karim yang suci dan mulia. Adalah naïf jika dikatakan bahwa pelafadzan al-Qur’an dari Muhammad, sementara hanya maknanya saja yang dari Allah. Allah bersifat qodim, begitu juga kalamNya. Namun dua unsur  yang berbeda dzat ini ( Allah dan Muhammad) bisa begitu sinkron tatkala malaikat jibril diutus untuk menyampaikan kalamNya kepada Muhammad, dan hukum ini menjadi tauqify (normatif). Rohmatan lil ‘alamiin, tidak rohmatan lil ‘arobiyyin.
Penjagaan al-Quran melalui para huffadz dan qurra’ serta mushhaf-mushhaf yang sering kita baca.  (Apakah mereka tidak berangan-angan terhadap alquran? Andai ia datang dari selain Allah tentu mereka akan mendapati di dalamnya (alquran)  perselisihan yang banyak). Dan ada banyak keistimewaan bahasa arab baik dari segi metaforanya, majaz-majaznya serta panjang pendeknya, semuanya mempunyai makna yang luas dan istimewa yang tidak dimiliki oleh satu bahasapun di dunia sampai sekarang.
Wudlu hanya menjadi salah satu refleksi penghormatan kita pada al-Quran suci, menandakan hormat, kagum menghargai dan salut atas kandungan isinya yang sarat dan penuh dengan kebenaran dan tidak ada satu kalimatpun yang terlewatkan, jika surat cinta itu masih membuat hatimu tetap ragu, maka kesalahan itu bukan pada alqurannya yang bagimu penuh keraguan, namun pikiran kalianlah yang harus dicuci dulu sebelum menyebar ke seluruh lorong dari ruang A sampai G Watoe Dhakon. Adapula tidak punya wudlu boleh menyentuh mushhaf suci itu, menurut madzhab tertentu di Timur Tengah dulu dengan beberapa argumentasi, sulitnya air atau mudahnya kentut. Namun sekarang tatkala kita dengan mudahnya mendapatkan air dan bisa berlama-lama tidak kentut serta tidak bersentuhan kulit dengan gadis-gadis ajnaby (baca : pacar-pacarmu atau teman cewek sekelasmu), kenapa hal itu tidak kamu lakukan untuk hanya sekedar menghormatinya? (Imam Syafii konsekwen, baik horni maupun tidak, jika menyentuh ajnaby maka wudlunya batal). Apalagi menghafal dan memahaminya, masya allah, mulia banget dan sangat berguna bagi kaumnya nanti pas pulang ke rumah (amin). Wallahu a’lam bishshowab